WARISAN GAGASAN TOKOH BANGSA UNTUK GENERASI Z Membaca Ulang Pemikiran, Menjawab Tantangan Zaman, Menjemput Indonesia 2045
Author: Syayidah Nur Amaliyah Alfi, Luqman Hakim, Andri Eko Setiawan, M. Ihsanudin, Syibatun Nafilah, Husnul Khotimah, Aldi Nyau, Achmad Wildan Thobibi Bahja, Ainidhiya Izzulhaq, Khizbullah Almahdiyin Category: Agama & Spritualitas (Islam), Filsafat, Pendidikan Publisher: Penerbit Gubuk Dialektika Bestari Published: September 16, 2026 Pages: 192 Country: Indonesia Language: Indonesia Dimension: 14,8 x 21cm More DetailsKemerdekaan Indonesia tidak hanya diwariskan dalam bentuk negara dan kebebasan, tetapi juga melalui gagasan, nilai, dan teladan para tokoh bangsa. R.A. Kartini memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan; Soekarno membangun kesadaran nasionalisme dan identitas kebangsaan; Ki Hadjar Dewantara menghadirkan pendidikan yang memerdekakan; Tan Malaka mengajarkan keberanian intelektual; sementara KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Abdurrahman Wahid, dan Mohammad Natsir menunjukkan bagaimana pendidikan, keislaman, toleransi, dakwah, kepemimpinan, dan pengabdian dapat menjadi kekuatan perubahan sosial.
Namun, masih relevankah gagasan-gagasan tersebut bagi Generasi Z yang hidup di tengah internet, media sosial, globalisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan dunia kerja?
Buku Warisan Gagasan Tokoh Bangsa untuk Generasi Z hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut. Buku ini tidak sekadar mengulang biografi, tetapi membaca ulang pemikiran para tokoh melalui persoalan kontemporer. Setiap bab mempertemukan warisan gagasan masa lalu dengan tantangan generasi masa kini. Benang merah buku ini adalah keyakinan bahwa gagasan tokoh bangsa tidak seharusnya berhenti sebagai kenangan sejarah. Gagasan perlu dipahami, dikritisi, dikontekstualisasikan, dan diterjemahkan menjadi tindakan. Sebab, tantangan zaman memang berubah, tetapi kebutuhan untuk membangun manusia yang berilmu, berkarakter, toleran, mandiri, dan bertanggung jawab tetap relevan.
Indonesia 2045 bukan sekadar target pembangunan, melainkan proyek generasi. Masa depannya akan ditentukan oleh kualitas manusia yang mengisi kemerdekaan hari ini.
Buku ini akhirnya mengajak pembaca mengajukan pertanyaan sederhana tetapi mendasar: apa yang akan kita lakukan dengan warisan gagasan para tokoh bangsa untuk menentukan masa depan Indonesia?
